Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player

Monthly Archives: November 2017

SIT EMPATI TERHADAP KORBAN BANJIR DI LOTIM, PARA SISWA SDIT SC GALANG DANA

SIT

 

Pagi itu langit terlihat muram, sisa hujan semalam masih menyisakan bias, rerumputan liar mulai tumbuh takberaturan. Hamparan tanah yang dulunya menguning dan kering, kini lembab, di tempat-tempat lain bahkan sudah menggenang, becek, dan tercium jelas aroma musim telah berganti.

Di ujung sebuah bangunan, tampak segerombolan anak dengan usia kurang dari sepuluh tahun; bersahut dan saling menyapa dengan keperihatinan, “ayok menyumbang untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir di Lombok,” sahut mereka bersamaan, seraya menenteng kardus kosong yang bertuliskan “Donasi Korban Banjir Lombok Timur. SDIT Samawa Cendekia”.

Melihat mereka dengan semangat dan respect yang begitu luar biasa, beberapa Ustaz dan ustazah tertegun dan kagum “sebegitu gigih dan perdulinya mereka, padahal masih anak-anak,” ucap Hendra, salah seorang ustaz di sekolah tersebut, Rabu (22/11).

Di tempat yang sama, Ustaz Awang, selaku Wali kelas dari sekian siswa yang turun jalan mengumpulkan donasi dari siswa-siswa lainnya menyampaikan rasa haru dan bangga terhadap kepedulian dan semangat siswa-siswa SDIT SC, “kami hanya mengarahkan saja, selebihnya mereka total mengambil bagian dalam pengumpulan donasi ini. Alhmdulillah, satu hal yang kami syukuri, bahwa sejak dini mereka sudah memiliki kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi,” Tutur Ustaz Awang, seraya menghitung jumlah donasi yang terkumpul, Rabu (22/11).

Ustaz Awang juga menambahkan, bahwa jumlah donasi yang terkumpul selama melakukan penggalangan dana, berjumlah
Rp 3.601.000, dan beberapa pakaian layak pakai, “Alhmdulillah, selama beberapa hari mereka meggalang dana, sudah terkumpul sejumlah Rp. 3.601.000, dan beberapa pakaian layak pakai juga. Insyaallah, besok mereka akan menggalang dana lagi. Sebab ada beberapa kelas yang bersedia mengumpulkan besok,” tambah Ustaz Awang, Rabu (22/11).

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SDIT SC menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya atas kerja keras, semangat dan kepedulian anak-anak terhadap musibah yang menimpa Masyarakat Lombok Timur, “”kami juga salut dengan kemauan dan semangatnya anak-anak. Dan Alhamdulillah, mereka sudah terbiasa dengan itu. Karena selain membekali mereka dengan ilmu umum, kami juga selalu menanamkan kepada mereka rasa empati, kepedulian, dan rasa peduli antar sesama,” ungkap kepala Sekolah SDIT SC, Ustaz. Sambirang Ahmadi, S Ag., M.Si saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kepala Sekolah SDIT SC untuk disalurkan langsunh ke tempat musibah, Rabu (22/11).

Berdasarkan informasi yang kami peroleh, bahwa banjir yang menimpa masyarakat Lombok Timur terjadi pada Sabtu (18/11/2017) dan menerjang dua Kecamatan, yakni Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru.

Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah diterjang banjir dan dua orang warga meninggal dunia.

Dua korban meninggal atas nama Wasila Cantika (9) warga Dusun Lokon, Desa Sepit, Kecamatan Keruak dan Rozi Gazali (16) warga Dusun Mungkik, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebut, sebanyak 578 KK dan 2.280 jiwa terdampak banjir. Jumlah warga yang mengungsi 141 jiwa. Empat orang luka-luka dan dua warga meninggal dunia.

Selain itu, 20 jembatan penghubung antardesa rusak, satu gardu listrik di Desa Sempit dan lima buah tiang listrik tumbang. Akses air bersih terputus, 10 rumah warga rusak berat,  sementara 598 rumah rusak ringan. (hend)

 

Share Button

SEKOLAH ISLAM TERPADU SAMAWA CENDEKIA (SIT-SC) SUMBAWA, SEKOLAH ISLAM UNGGULAN DI PULAU SUMBAWA

SIT

Tidak butuh waktu lama, SIT Samawa Cendekia Samawa Sumbawa Besar dengan segala keselarasan dan kebersahajaannya; sejak pertama berdiri, langsung mendapatkan tempat yang mapan di hati warga dan masyarakat Pulau Sumbawa.

-Apa yang menarik dari SIT-SC?

Di tengah menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan (Negeri dan suasta)
SIT-SC tampil dengan warna yang berbeda. Seperti tiada henti, SIT-SC terus berpacu dan menunjukkan jati dirinya. Berbagai pujian, prestasi, dan penghargaan tiada henti berdatangan. Seperti oase di padang pasir, semangat menjadi besar dan kompetitif menempatkan SIT-SC menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sumbawa.

-Apa Rahasianya?

Ternyata, di usianya yang relatif belia,
SIT-SC senantiasa menanamkan budaya  pendidikan berbasis agama yang berlandaskan kepada Al-quran dan Hadis. Diselaraskan juga dengan penataan iklim dan lingkungan belajar yang mendukung anak untuk senantiasa berpikir, bersikap dan berperilaku baik.

Menariknya lagi, guru-guru yang mendedikasikan dirinya, bukan sembarang guru. Mereka terpilih atas dasar prestasi, capaian, dan talenta-talenta kompetitif, lulusan dari kampus-kampus ternama. Mereka juga dilengkapi dengan kecintaan yang total terhadap tugas mendidik.

Totalitas mendidik dari para pengajar tampak dari passion (kegairahan mengajar yang sangat tinggi) yang meliputi kecintaannya terhadap profesi sebagai guru, kecintaan yang sangat besar terhadap anak didik, obsesi yang sangat tinggi untuk mendidik para siswanya menjadi manusia ideal dan patuh. Mereka (para guru) juga menjalin hubungan secara emosional, serta bersedia meluangkan waktu untuk memperhatikan para siswanya, dan sekaligus memiliki kemauan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kapasitas maupun kualitasnya sebagai guru

Satu lagi, SIT-SC mampu menanamkan kesadaran dan kepercayaan (trust) yang tinggi kepada orang tua tentang peran dan andil sekolah dalam mengarahkan masa depan anak-anak mereka.

-Kepemimpinan di SIT-SC

Kualitas kepemimpinan dan relasi kerja antar pengelola (prinsipalship), guru, karyawan beserta lembaga yang ikut serta berjuang di dalamnya sudah tidak bisa diragukan lagi.
Di bawah kepemimpinan Ustaz Sambirang Ahmadi, M.Si. SIT-SC mulai nampak hidup, tumbuh, dan berkembang menjadi sekolah unggulan dan berkualitas. Hal tersebut terbukti dari terlahirnya genrasi-generasi yang memiliki karakter, loyalitas, bekal agamis yang tinggi, kepekaan sosial yang pantas dicontohi, dan sederet prestasi yang ditorehkan dalam berbagai kompetisi dan kejuaraan, baik di bidang olah raga, ilmu umum (sciens), dan terutama sekali di bidang keagamaan.

Selain itu, dapat juga dibuktikan dengan semakin tingginya animo masyarakat yang berbondong-bondong ingin menyekolahkan anaknya di tempat ini. Nah, ini cukup mengagumkan untuk ukuran sekolah yang belum memiliki lulusan. Bagaimana? Luar biasa atau sangat luar biasa?

-Kemitraan Sekolah dengan Orang Tua Siswa

Sekolah yang baik tidak bisa dibeli karena ia berdiri untuk sebuah prinsip. Ia memperjuangkan idealisme. Ia sedang ingin mewujudkan sebuah cita-cita mulia.

Beranjak dari kekhawatiran terhadap sekolah yang mudah ikut arus, hanya menuruti kemauan “pasar” dan larut dalam trend, bahkan antara pengelola sekolah, guru dengan murid dan wali murid, tidak jarang terjadi kesalahpahaman, yang berujung pada kontak fisik, tindakan anarkis, dan berbagai reaksi yang tidak menggambarkan nilai utama pendidikan. Jika demikian, maka bisa dipastikan, tersebut merupakan lembaga yang misi ideologisnya lemah dan visinya tidak jelas atau justeru gagal total.

Berbeda dengan SIT-SC. Dalam menjalin hubungan baik bersama orang tua murid; ketiadaan kesenjangan, kerjasama mendidik, dan keharmonisan tampak jelas terasa. Dalam pada ini, setidaknya saya bisa memaparkan, bahwa SIT-SC menggunakan dua pendekatan, yakni:

Indirect act, dan Direct act.

1. Indirect act adalah kegiatan internal yang tidak lekang dari rutinitas guru, lembaga, dan wali murid. Tindakan tidak langsung  dilakukan dengan pemanfaatan media yang ada. Hal tersebut dapat dilihat melalui komunikasi intens via telpon, atau Whats app. Guru dan wali murid bersama memantau perkembangan anak; saling menginformasi, memberikan masukan, dan terus melakukan pemantauan. Baik aktivitas siswa di dalam lingkungan sekolah, maupun di luar lingkungan sekolah.

2. Direct act adalah kegiatan internal yang sering dilakukan antara lembaga, guru, dan wali murid SIT SC. Hal tersebut berupa pertemuan rutin mengevaluasi perkembangan siswa, seminar pengembangan anak, majlis-majlis ilmu, sampai pada kegiatan paguyuban; berupa acara makan-makan, arisan, dan lainnya.

Luar biasa bukan???
#Semoga terus berdedikasi dan berprestasi.

Share Button

ASSALAMU’ALAIKUM.WR.WB. H-2. INSYA ALLAH SEVENTY GOLDEN CHILD GO TO ” UJI PUBLIK KE IV 2017″ Amiin Ya Rabbal Alamiin.

 

SPANDUK UJI PUBLIK LIST FOTO OK

UJI PUBLIK MANTAPKS DAH

 

 

 

 

 

 

Share Button
ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter