Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player

Artikel

SEKOLAH ISLAM TERPADU SAMAWA CENDEKIA (SIT-SC) SUMBAWA, SEKOLAH ISLAM UNGGULAN DI PULAU SUMBAWA

SIT

Tidak butuh waktu lama, SIT Samawa Cendekia Samawa Sumbawa Besar dengan segala keselarasan dan kebersahajaannya; sejak pertama berdiri, langsung mendapatkan tempat yang mapan di hati warga dan masyarakat Pulau Sumbawa.

-Apa yang menarik dari SIT-SC?

Di tengah menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan (Negeri dan suasta)
SIT-SC tampil dengan warna yang berbeda. Seperti tiada henti, SIT-SC terus berpacu dan menunjukkan jati dirinya. Berbagai pujian, prestasi, dan penghargaan tiada henti berdatangan. Seperti oase di padang pasir, semangat menjadi besar dan kompetitif menempatkan SIT-SC menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sumbawa.

-Apa Rahasianya?

Ternyata, di usianya yang relatif belia,
SIT-SC senantiasa menanamkan budaya  pendidikan berbasis agama yang berlandaskan kepada Al-quran dan Hadis. Diselaraskan juga dengan penataan iklim dan lingkungan belajar yang mendukung anak untuk senantiasa berpikir, bersikap dan berperilaku baik.

Menariknya lagi, guru-guru yang mendedikasikan dirinya, bukan sembarang guru. Mereka terpilih atas dasar prestasi, capaian, dan talenta-talenta kompetitif, lulusan dari kampus-kampus ternama. Mereka juga dilengkapi dengan kecintaan yang total terhadap tugas mendidik.

Totalitas mendidik dari para pengajar tampak dari passion (kegairahan mengajar yang sangat tinggi) yang meliputi kecintaannya terhadap profesi sebagai guru, kecintaan yang sangat besar terhadap anak didik, obsesi yang sangat tinggi untuk mendidik para siswanya menjadi manusia ideal dan patuh. Mereka (para guru) juga menjalin hubungan secara emosional, serta bersedia meluangkan waktu untuk memperhatikan para siswanya, dan sekaligus memiliki kemauan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kapasitas maupun kualitasnya sebagai guru

Satu lagi, SIT-SC mampu menanamkan kesadaran dan kepercayaan (trust) yang tinggi kepada orang tua tentang peran dan andil sekolah dalam mengarahkan masa depan anak-anak mereka.

-Kepemimpinan di SIT-SC

Kualitas kepemimpinan dan relasi kerja antar pengelola (prinsipalship), guru, karyawan beserta lembaga yang ikut serta berjuang di dalamnya sudah tidak bisa diragukan lagi.
Di bawah kepemimpinan Ustaz Sambirang Ahmadi, M.Si. SIT-SC mulai nampak hidup, tumbuh, dan berkembang menjadi sekolah unggulan dan berkualitas. Hal tersebut terbukti dari terlahirnya genrasi-generasi yang memiliki karakter, loyalitas, bekal agamis yang tinggi, kepekaan sosial yang pantas dicontohi, dan sederet prestasi yang ditorehkan dalam berbagai kompetisi dan kejuaraan, baik di bidang olah raga, ilmu umum (sciens), dan terutama sekali di bidang keagamaan.

Selain itu, dapat juga dibuktikan dengan semakin tingginya animo masyarakat yang berbondong-bondong ingin menyekolahkan anaknya di tempat ini. Nah, ini cukup mengagumkan untuk ukuran sekolah yang belum memiliki lulusan. Bagaimana? Luar biasa atau sangat luar biasa?

-Kemitraan Sekolah dengan Orang Tua Siswa

Sekolah yang baik tidak bisa dibeli karena ia berdiri untuk sebuah prinsip. Ia memperjuangkan idealisme. Ia sedang ingin mewujudkan sebuah cita-cita mulia.

Beranjak dari kekhawatiran terhadap sekolah yang mudah ikut arus, hanya menuruti kemauan “pasar” dan larut dalam trend, bahkan antara pengelola sekolah, guru dengan murid dan wali murid, tidak jarang terjadi kesalahpahaman, yang berujung pada kontak fisik, tindakan anarkis, dan berbagai reaksi yang tidak menggambarkan nilai utama pendidikan. Jika demikian, maka bisa dipastikan, tersebut merupakan lembaga yang misi ideologisnya lemah dan visinya tidak jelas atau justeru gagal total.

Berbeda dengan SIT-SC. Dalam menjalin hubungan baik bersama orang tua murid; ketiadaan kesenjangan, kerjasama mendidik, dan keharmonisan tampak jelas terasa. Dalam pada ini, setidaknya saya bisa memaparkan, bahwa SIT-SC menggunakan dua pendekatan, yakni:

Indirect act, dan Direct act.

1. Indirect act adalah kegiatan internal yang tidak lekang dari rutinitas guru, lembaga, dan wali murid. Tindakan tidak langsung  dilakukan dengan pemanfaatan media yang ada. Hal tersebut dapat dilihat melalui komunikasi intens via telpon, atau Whats app. Guru dan wali murid bersama memantau perkembangan anak; saling menginformasi, memberikan masukan, dan terus melakukan pemantauan. Baik aktivitas siswa di dalam lingkungan sekolah, maupun di luar lingkungan sekolah.

2. Direct act adalah kegiatan internal yang sering dilakukan antara lembaga, guru, dan wali murid SIT SC. Hal tersebut berupa pertemuan rutin mengevaluasi perkembangan siswa, seminar pengembangan anak, majlis-majlis ilmu, sampai pada kegiatan paguyuban; berupa acara makan-makan, arisan, dan lainnya.

Luar biasa bukan???
#Semoga terus berdedikasi dan berprestasi.

Share Button

The Amazing thing of Imam Tirmidzi

c360_2016-09-06-09-15-02-589

Oleh:

Feby Ratnaningsih, S.Pd

Imam tirmidzi is the one of the first grade at SDIT Samawa Cendekia besides Imam Bukhari and Imam  Muslim. As the class’ name “Imam Tirmidzi”, is the religion figure who’s very active to studying till the end of his live especialy religion knowledge, so do Imam tirmidzi class is the class where the students are very competitive. As the “selection class”. they almost have similar intelegence, not only about general lessons, but also in special lesson that deserved by SDIT to developed their reigion, especially “thafidz Qur’an”  however some of them still low on comperehencing the lessons at the first time. We couldn’t deny, however get the name of “selection class” , exactly not all of the students we could understand automatically. Some of them have problem to comperehence the lesson. It’s caused they got the problem to adapted with their new world or they got the problem from their home. In fact one of my students, the name is Raisa indah Kayana , at the first and second week she came to school. She is so unfriendly, it’s contrast with the expression feeling of another friends. She looks unpretty, always silent, unactive, she’s like not interested in a thing she has got in the new class. She didn’t have any spirit to get the lesson in the class. I’m as her homeroom teacher and ustad Anang as a teacher class felt curious, what the cause so she felt uncomfortable in the class, even when pray dhuha or dzuhur that usually doing in the school, she never out louder her voice. Finally I tried to communicate to her parents. We approached and cooperated with them how to solve the problem such us knowing deeply how is her habit in her house. How to close to her, in order she never felt clumsy to share how’s her feeling to her teacher. It  has aim to get good relation between us and the parents and knew what should we do.

c360_2016-09-06-09-06-58-290

c360_2016-09-06-09-09-54-281

After that, we applicated what be our planing is directly to the student. Alhamdulillah need 2 weeks made It successed, finally she wanted to share about her daily activity in her home, and how had been the problem which she faced in her house with kiddy style. not only that, she has spirit to study in the class, because she felt there is someone who understood her. After analyzing the improvement that showed by her,  she began want to study, and analyzed the lesson that made her interested in is Math. she has big passion on it. Then, i setted her seat forward and choosed her seatmate with an active one in the class, name’s Ifana.

c360_2016-08-31-09-23-33-119
We are as a teacher must be able to motivate all of our students, moreover students who need more attention in the classroom. Giving appreciation is one of the way to motivate the students, Raisa has passion in math, automaticaly I always praise her when she got good score, for a subject that unliked by her, i gave more attention even more praise her. When pray dhuha and dzuhur, we gave her stars to motivating her in order has spirit to be better again. Teacher has right to choose a way as long as it’s positive way for the students. There are 30 students of imam tirmidzi, all of them are great kids, they always have big spirit to accepting a new thing in the classroom.

c360_2016-08-31-09-23-33-119
Even they could give new idea for us for making inovation in teaching them. Like mother like son,has made them be great students not regardless by the great parents’ role. As one of the purpose from SDIT Samawa Cendekia, making good relationship and cooperating with all of part in effort to developing education quality. That’s why we never stop to do good comunication and interaction to the parents. So, parents are very available to working together with us as their kids’ teacher. almost all the thing they shared about students’ development in home or school, and alhamdulillah we always get a positive reaction. Hopely we are the teacher alway able do the best effort to our students heartly.

Share Button

BELAJAR DARI SEORANG ANAK

dd

Sesudah Jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

Continue reading

Share Button
ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter