Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

SUBHANALLAH.. Lima Bersaudara Cilik Asal Makassar Ini Hafidz Quran

SUBHANALLAH.. Lima Bersaudara Cilik Asal Makassar Ini Hafidz Quran

Orangtua jelas menginginkan anaknya menjadi anak yang baik serta patuh, demikian juga yang dikehendaki Kamaluddin Marsus serta Laili Tri Lestari pada putra putrinya nantinya. Hingga semua usaha dikerjakannya untuk jadikan anaknya berbakti, terlebih pada Allah Swt. Satu diantara jalannya dengan memperkenalkan serta mengajarkan al Quran mulai sejak awal.

Laili, sang Bunda temukan langkah sendiri bagaimana ke Lima anaknya mempunyai kecintaan serta daya tarik pada al-Quran mulai sejak awal, yakni dengan mendidiknya menghafalkan ayat-ayat Quran dengan kinestetik atau gerakan badan yang sesuai terjemahan Ayatnya.

Alhamdulillah, Lima anaknya dari enam bersaudara dapat menghafalkan sebagian juz al Quran beserta terjemahannya di usianya yang masihlah awal.
Mereka masing masing Muhammad Kholil al Kamaly : 9 th., Muhammad Dzaky al Kamaly : 8 Th., Aidh Habib al Kamaly : 7 Th., Kaisa Aulia Kamal : 6 Th., Zainul Fikri al Kamaly : 5 Th., serta si bungsu Ziyadul Ghoits al Kamaly : 1 th..

Lalu cara ini mulai digagas oleh Laili mulai sejak Th. 2012 serta dinamakannya cara

ini dengan cara resmi pada th. 2014 jadi Cara Kaisa, lantaran ketika itu satu diantara anaknya, Kaisa Aulia Kamal lolos di audisi Hafidz Quran yang tampil di stasiun tv Trans7 serta sukses memboyong juara 3 serta juara favorite pada th. 2014.

Dulunya, Laili cuma aplikasikan cara ini pada Anak anaknya saja, serta saat ini cara ini telah disebarluaskan di beberapa kota di Indonesia supaya berikan motivasi anak anak bangsa untuk selalu menyukai serta mendekatkan diri pada Quran dengan pendekatan yang santai nan mengasyikkan. Seperti yang disibakakan Kamaluddin, Bapak dari beberapa hafizh cilik ini.

“Metode Kaisa yaitu satu diantara demikian banyak cara menghafalkan al Quran, namun kekuataan daripada cara kaisa ini yaitu dengan pendekatan supaya anak anak jadi santai waktu menghafal Quran, serta tetaplah berdasar pada tajwid” kata dia.

Saat ini, mereka sekeluarga sering kali keluar kota penuhi undangan seminar serta kursus untuk berikan motivasi semakin banyak anak lagi sebagai hafiz Quran di Indonesia. Untuk kota Makassar sendiri telah lebih seribuan anak yang terpacu serta belajar cara ini di Tempat tinggal Tadabbur Quran yang menyebar di beberapa titik di kota Makassar di bawah binaan instansi Ar-rahman Quranic Learning Center (AQL) cabang Sulsel. (Ilham/man)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter