Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

Paris dan Kebangkitan yang Rendah Hati [2]

salim BARU

Oleh: Salim A. Fillah

Saya berdoa agar Allah kian memperbanyak dai-dai di Eropa sebagaimana Imam muda di Newcastle, Abdul Basith.

Beliau dikenal masyarakat dan pemerintah Newcastle dengan inisiatif sosialnya yang dahsyat seperti kerja bakti Muslimin membersihkan lingkungan dari sampah, mengeruk salju di musim dingin, mengenalkan Islam ke murid-murid sekolah, membuka Dakwah Stall di area publik, kunjungan kasih ke Panti Jompo, memerankan tokoh superhero dan mendatangi anak-anak yang dirawat di rumah sakit untuk menghibur mereka, menyelenggarakan aksi donor darah rutin, dan menggalang dana bagi para pasien kanker. Berbagai hal ini membawa IDC, yang di antara aktivisnya ada Daniel Johnson, Muslim bule nan bersemangat, beberapa kali meraih penghargaan dari Mayor Councillor.

Dan kini beliau amat bersemangat membangun Masjid yang diharapkan benar-benar menjadi inspirasi peradaban. Akan ada di sana Youth Center dengan segala fasilitas olahraga serta kreativitas, taman yang hijau hingga atap masjidnya, sistem yang hemat energi, ruang-ruang belajar yang nyaman, perpustakaan lengkap, pusat konsultasi, penyediaan kebutuhan untuk para homeless, dan lain sebagainya.

Saya berbincang dengan beliau pekan ini; dan memahami sebuah hal penting. Kita tidak dapat menunggu para warga Eropa mengerti dengan sendirinya bahwa kedatangan kaum Muslimin yang berbagi ruang hidup dengan mereka bukanlah ancaman. Kita harus segera menunjukkan pada mereka bahwa Muslim sebagai para peneladan Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam benar-benar adalah rahmat bagi semesta alam. Maka kedatangan seorang Muslim ke sebuah negeri seperti Inggris sebagaimana dialaminya, seharusnya digegas untuk menjadi keberkahan bagi siapapun di sekitarnya.

Maka Imam Abdul Basith, masjidnya, dan IDC adalah cinta yang hangat bagi kesepian yang dialami para jompo; adalah cinta yang ceria bagi anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit; adalah cinta yang mengalir bagi mereka yang memerlukan darah sebab sukarnya menemukan donor yang layak karena tato, HIV, atau sebab lainnya; adalah cinta yang bersih bagi lingkungan yang sampah dan saljunya dia bersihkan.

Biarlah warga Eropa menginsyafi kembali bahwa nilai-nilai yang diyakininya tentang kebebasan, persamaan, dan persaudaraan; bukan hanya berarti mereka harus menerima beban dari para pengungsi Muslim yang datang untuk menghindarkan diri dari nestapa di negeri mereka, melainkan juga berarti terbukanya pintu-pintu rahmat Allah bagi semesta.

Saya berdoa agar Allah kian memperbanyak dai-dai di Eropa yang sebagaimana beliau; menampakkan hakikat seorang Muslim-mukmin yang aman, bukan membahayakan; ramah, bukan mengancam; dan bermanfaat, bukan membebani. Inilah kebangkitan yang rendah hati.

Nubuwwah Nabi tentang futuhnya Eropa harus kita perjuangkan untuk digenapi, barangkali bukan dengan kejumawaan tepuk dada dan sesumbar bahwa kita akan menaklukkannya dengan senjata. Betapa indahnya mereka yang menginsyafi kebenaran lalu dengan tangan-tangannya sendiri meruntuhkan berhala-berhala yang selama ini disembah dan dipujanya, untuk beralih kepada Allah dan RasulNya yang telah membentangkan rahmat dan pengampunan bagi mereka. Seperti yang terjadi pada Fathu Makkah.

إِذَا جَاء نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجاً

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّاباً

“Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia berbondong-bondong memasuki agama Allah. Maka bertasbihlah memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat.” (QS An Nashr [110]: 1-3)

Semoga Allah mengampuni kita yang masih lemah dalam menjadi penghantar hidayah. Semoga Allah mengampuni kita yang belum dapat mengerahkan segenap sumber daya untuk dakwah. Semoga Allah mengampuni kita yang terus mencoba mengikhlaskan niat di dalam meneladani Rasulullah untuk membawa kabar gembira, memberi peringatan, menyeru ke jalanNya, dan menjadi pelita yang mencahayai.

Tantangan dakwah ke depan di Eropa masih begitu banyak. Kita berduka atas apa yang baru-baru ini terjadi di Paris, korban-korban yang terbunuh bukan atas kesalahan mereka secara langsung, beserta dampaknya bagi Muslimin Eropa yang di beberapa tempat mulai dilihat dengan tatapan kebencian lagi, juga pada para dai Eropa yang akan harus berbusa-busa menjelaskan berbagai hal. Tapi siapapun dalang keji di balik hal ini dan segala kepentingan jahat yang memanfaatkannya nanti, semoga Allah menjadikannya pintu dakwah yang kian menumpahruahkan berkah.

Ditulis di Nottingham, kota keberangkatan Pasukan Salib ke-4.*

 (sumber tulisan : Hidayatullah online
Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter