Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

Guru bukan faktor penentu keberhasilan anak

deai1

    Pertemuan  dengan wali  murid  Ibnu Katsir

 

oleh  : Desi Maulidyawati, M.Pd

Anak menghabiskan sepertiga waktunya dalam sehari di lingkungan sekolah. Sisanya, tentu saja di rumah/lingkungan sekitar anak. Sudah tentu guru tidak bisa mengontrol perkembangan dan kendala yang dialami anak saat berada di luar lingkungan sekolah.  Oleh karena itu, guru haruslah menjadikan orang tua siswa sebagai partner. Begitupun dengan orang tua, orang tua juga harus menyadari bahawa guru adalah partner nya dalam mendidik anaknya serta guru bukanlah faktor penentu keberhasilan seorang anak.

 

ustaza risma      ortu

 

Menyadari pentingnya kerjasama antara guru dan orang tua, SDIT Samawa Cendekia Sumbawa mengagendakan minimal setiap 1 kali dalam dua bulan mengadakan “parent meeting“. Parent meeting merupakan salah satu bentuk komitmen guru dan orang tua bekerja sama dalam mendidik anak. Pekan kedua, tahun ajaran 2016/2017 masing – masing kelas di SDIT Samawa Cendekia telah mengadakan parent meeting. Parent meeting atau pertemuan dengan orang tua siswa dilaksanakan oleh masing – masing kelas. Ada kelas yang melaksanakannya hari sabtu sembari orang tua menunggu anak – anak selesai ekskul atau ada juga yang melaksanakan sore hari, bahkan ada kelas yang melaksanakannya di hari minggu. Semua itu tergantung kesepakatan dengan orang tua siswa di masing – masing kelas. Pertemuan orang tua ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dan komunikasi antara wali kelas dan guru kelas dengan orang tua siswa.

Di dalam pertemuan ini, guru sebagai pendidik serta pendamping siswa di sekolah dapat bertukar informasi dengan orang tua sebagai pendamping siswa di rumah tentang kegiatan serta perkembangannya di luar sekolah, begitupun sebaliknya orang tua memperoleh informasi tentang aktivitas anak di sekolah, “masalah belajar” yang di hadapi anak, serta informasi lainnya yang perlu diketahui oleh orang tua. Tidak hanya itu, pada pertemuan ini juga orang tua dapat bertukar pikiran dengan guru dan sesama orang tua tentang “masalah belajar” yang dihadapi oleh anak ataupun tentang bagaimana mensiasati agar hafalan  Al-Qur’an anak tidak hilang begitu saja. Seperti yang terjadi di kelas 3 Ibnu Katsir, salah satu orang tua siswa (ibu)  mengelukan bahwa hafalan anaknya tidak bertambah, bahkan anak tersebut lupa beberapa surat yang telah dihafalnya. Keluhan dan kehawatiran ibu tersebut mendapat beberapa solusi dari orang tua siswa lain. Diantaranya, “saya kalau di rumah selalu mengajak anak untuk shalat berjamaah. Dan disaat shalat, saya membaca surat – surat yang telah dihafal atau sedang dihafalkan oleh anak saya. Setelah shalat, saya meminta dia untuk mengulangnya kembali.” Ungkap seorang ayah dalam forum tersebut. Ada banyak sekali manfaat dari pertemuan rutin ini. Semoga kami guru – guru dapat terus menjalin komunikasi serta bekerjasama dengan orang tua dalam mendidikan anak agar terjadi kesinambungan antara pendidikan yang diterapkam di sekolah dengan pendidikan yang diterapkan di rumah. (DM)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter