Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player

CARA MEMBUAT PARA SISWA ANDA LULUS UJIAN

Jpeg

By, Sri Suryati, S.Pd

foto ujian

  “ Ketika anda menilai pencapaian, anda sedang  membantu siswa”.Tujuan sebuah tes atau ujian adalah menilai performa siswa berdasarkan kriteria belajar, BUKAN menyediakan guru dasar untuk meluluskan siswa atau tidak. Sekolah harus berubah dari budaya menguji menjadi budaya menilai.

            Ketika anda memberikan ujian dengan tujuan meluluskan siswa atau tidak, Anda sedang melabeli siswa tersebut. Ketika Anda menilai pencapaian yang sudah mereka buktikan, Anda sedang membantu mereka meraih keberhasian. Dimana siswa diberikan imbauan diawal pembelajaran, mengenai kriteria atau tujuan mengenai tanggung jawab yang harus dipenuhi.

“Jika Anda memiliki ukuran, Anda akan memiliki performa. namun jika Anda tidak memiliki ukuran, Anda hanya akan memiliki dalih dan alasan” (-Peter Drucker)

Kelulusan dan raport bukan hal yang esensial bagi instruksi pengajaran. Karena kelulusan dan raport dikerjakan berdasarkan kriteria pembelajaran yang berkaitan dengan nilai dan penghargaan, bukan sebagai penghukuman. Dimana kelulusan dan raport yang berdasarkan kurva nila akan mendorong siswa bersaing dan mengubah pembelajaran menjadi permainan menang kalah. Malah dalam jangka panjang dapat membuat hubungan kepercayaan siswa terhadap guru terganggu. (Thomas, R dkk)

Dalam hal pemberian tugas atau tes, khusunya yang pertama. Guru efektif harus memberikan menempelkan dan menjelaskan bentuk tugas yang akan dikerjakan sehingga siswa memahami bentuk dan jawaban yang diinginkan dari tugasnya. Bukan menjelaskan panjang lebar materi, kemudian langsung memberikan tugas atau ujian. Hal demikian dapat membuat siswa hancur dan takut setelah kegagalan sehinggan tidak mau mencoba lagi.

Menuliskan tugas atau tes harus berkaitan dengan tujuan/ sasaran dan kriteria pembelajaran. Dalam menuliskan pertanyaan yang sesuai harus menggunakan semua jenis pertanyaan dan penyajiannya diacak, serta menggunakan jenis tes dan non tes yang berbasis kriteria. Hal ini mempermudah Anda mengetahui pemahaman siswa, dan Anda akan melihat mereka bersemangat untuk menjadi sukses.

 

ujian2

Ujian sebagai alat koreksi

Katakanlah Anda baru kembali dari mengunjungi dokter. Lalu teman atau pasangan Anda bertanya,” apa yang terjadi di runag dokter tadi?” Anda pun menjawab,” Dokter memberikan saya sebuah tes.” Hal ini bukan berarti Dokter memberikan Anda kurva nilai kelulusan. Karena Dokter sedang menanti hasil dari tes medis Anda. Ketika hasilnya dipelajari. Dokter menentukan apa yang perlu dilakukan untuk mengoreksi penyakit Anda.

Ujian berbasis kriteria diberikan dengan cara yang sama, yaitu sebagai instrument diagnose. Hasil ujian akan memberi tahu Anda di bagian mana saja siswamemerlukan bantuan koreksi. Jika Anda tidak segera mengoreksi dan memberi jalan keluar, pembelajaran siswa akan semakin buruk, melenceng, dan berat untuk tahun berikutnya.

Siswa yang sudah menguasai sebuah tujuan/ sasaran, jangan berikan tugas lagi. Berikan siswa pengayaan materi pelajaran atau meminta mereka membantu teman yang ketinggalan. Pemberian pengayaan bisa bervariasi dalam bentuk game dan simulasi.

Perlu ditekankan bahwa dalam memberikan tes sumatif haruslah sesuai dengan tes formatif yang sudah diberikan, namun pertanyaan dilontarkan dalam bentuk yang berbeda. (taksonomi Bloom). Di kelas guru efektif, siswa difokuskan pada kriteria yang sama dengan yang ditetapkan oleh guru. Persiapan dan persentase semua bahan pelajaran, tugas membaca, mengerjakan lembar tugas, belajar multimedia. Sesuai dengan tujuan mengajar yaitu membantu siswa berhasil, bukannya mempersulit siswa sehingga mereka gagal.

Hasil positif dari nilai tes siswa yang tinggi, akan membuat siswa bahagia karena sukses belajar. Orangtua menjadi bahagia karena puta putrinya sukses belajar. Guru, selain bahagia juga bersemangat untuk semakin meningkatkan performanya dalam menyemangati dan mendidik anak-anak.

Jika pembelajaran sudah selesai dengan nilai tinggi sebelum periode semester berakhir, guru bisa melengkapi siswa dengan informasi tambahan yang melengkapi kemampuan siswa dalam memasuki periode semester selanjutnya. Tambahan informasi dapat juga berupa pengalaman belajar yang sangat sering dilakuan oleh sekolah kita tercinta “SDIT Samawa Cendekia” seperti outing class, refresing, dan masih banyak kegiatan lainnya. Pada titik ini, bahkan ujian akhir nasional bukan lagi masalah.

ujian3

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter