Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

Menjaga Kestabilan Emosi Saat Mengajar Siswa PAUD

Memiliki kelas yang tenang dan anak-anak didik yang patuh tentu menjadi idaman para pendidik PAUD. Karena dengan adanya suasana kelas yang seperti itu, pembelajaran pun bisa berjalan dengan baik dan lancar. Berbeda bila suasana kelas sangat gaduh dan anak-anak didik yang kurang patuh, tentu pembelajaran pun menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mendamaikan anak-anak yang bercekcok saja butuh waktu yang lama.

 

OLEH  : Kak Zepe

Peran pendidik dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif sangatlah penting. Kestabilan emosi seorang pendidik adalah hal yang sangat menentukan baik dan buruknya pengelolaan kelas seorang pendidik. Karena bila emosi seorang pendidik masih atau sedang labil, secara langsung atau pun tidak langsung akan mempengaruhi emosi anak-anak didik. Lalu bagaimana cara menjaga kestabilan emosi saat mengajar?

1. Istirahat yang Cukup

Seorang pendidik perlu memahami pentingnya stamina yang fit saat tampil di hadapan anak-anak. Bayangkan saja bila seorang pendidik mengajar anak-anak didiknya dalam keadaan mengantuk. Tentu anak-anak cepat bosan dan malas belajar. Kondisi tubuh yang lelah juga akan mempengaruhi emosi dan fokus seorang pendidik.

2. Sarapan

Bila kita mau mengajar di pagi hari, pastikan kita sudah sarapan. Mengajar anak-anak membutuhkan banyak energi. Jangan sampai kita mengajar dalam keadaan lapar, supaya emosi kita pun menjadi lebih stabil.

3. Siapkan Air Putih

Mengajar anak-anak usia dini tidak hanya membutuhkan kesabaran ekstra, namun juga tenaga ekstra. Karena kita perlu berbicara lebih banyak kepada anak-anak didik, terutama saat menjelaskan sesuatu, bahkan dalam hal-hal yang sederhana. Selain itu, agar suasana pembelajaran terlihat hidup, seorang pendidik juga harus berekspresi saat mengajar, misalnya dengan gerakan-gerakan tubuh. Aktivitas ini akan mengeluarkan banyak energi. Sembari menunggu jam makan, kita perlu menyediakan air putih untuk kita minum setiap saat. Sehingga dalam keadaan lelah pun, kita tetap bisa menjaga kebugaran tubuh. Air putih juga membantu menstabilkan emosi kita.

4. Persiapan Materi Pembelajaran yang Baik

Bila kita sudah mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik, maka saat kita mengajar pun akan terlihat lebih ceria dan santai. Karena kita sudah paham langkah-langkah kegiatan pembelajaran kita. Rasa gelisah dan grogi karena persiapan mengajar yang kurang baik, juga bisa mempengaruhi kestabilan emosi kita.

5. Salam, Senyum, Puji

Berikan salam kepada anak-anak saat mereka masuk kelas, sebelum pelajaran dimulai. Berikan senyuman yang terbaik. Berikan pula pujian yang tulus kepada anak-anak didik. Hal ini akan membantu menghubungkan ikatan batin antara diri kita dengan anak-anak didik dan membantu menyemangati anak untuk belajar di sekolah. Anak-anak pun akan menjadi lebih patuh dengan segala instruksi kita.

6. Mengasihi Anak Didik Seperti Anak Sendiri

Anggaplah anak-anak didik kita seperti anak-anak kita sendiri. Kita semua pasti bahagia memiliki anak-anak yang baik, sopan, dan patuh. Namun untuk mencapai semua itu tentunya anak-anak butuh belajar dari segala kesalahan yang mereka lakukan. Bila kita menganggap mereka seperti anak-anak kita sendiri, maka kita akan lebih tulus dan sabar dalam membimbing, mengajar, dan mendidik mereka. Sehingga saat mereka berbuat kesalahan, kita akan lebih mampu memberikan nasihat-nasihat yang baik demi kebaikan anak-anak didik kita dan semua yang ada di kelas.

7. Bila Anak Didik Berbuat Salah, Tenangkan Hati Sebelum Menasihati

Ada kalanya anak-anak didik menjadi susah diatur. Sebagai pendidik kita tidak boleh menenangkan mereka dengan cara berteriak-teriak, bahkan berteriak lebih keras dari anak-anak didik kita. Kebiasaan berteriak perlu kita hindari agar anak-anak didik kita tidak berpandangan bahwa cara menenangkan hati orang lain adalah dengan berteriak dengan suara keras. Sebelum berbicara, tariklah nafas dalam-dalam. Pastikan hati anda sudah tenang, lalu berbicaralah dengan suara yang tegas (keras namun tidak berteriak). Hal terpenting dalam poin ini adalah ketenangan saat menasihati. Ketenangan ini akan membuat kita lebih bijak dalam menasihati anak dan anak-anak pun bisa menjadi lebih patuh tanpa membuat mereka tertekan. Ketenangan ini juga membantu kita agar emosi kita tidak meluap saat menasihati anak.

Agar bisa menjadi pendidik yang mampu mengontrol emosi dengan baik memang tidak mudah. Pada awalnya, kesabaran akan mengeluarkan banyak tenaga. Karena kita ingin ngomel-ngomel atau marah-marah, namun kebiasaan ini tidak boleh kita berikan pada anak-anak. Sehingga membutuhkan banyak energi untuk menahannya. Kemampuan pendidik dalam menjaga emosinya sangat bergantung pada jam terbang. Semakin banyak jam terbang seorang pendidik dalam mengajar, maka ia akan semakin belajar dan semakin mampu menjaga kestabilan emosinya. Semangat belajar dan mengajar!

SUMBERhttp://www.kesekolah.com/

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter