Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

SARI BUKU

ayunita

REKAMLAH JEJAK PEMBELAJARAN SISWA ANDA

Oleh : Ayunita Lestari S.Pd*

Profesi guru sama dengan dokter. Jika dokter diharuskan memiliki “medical record” untuk pasiennya, maka guru juga harus memiliki “students track record”. Bahkan profesi guru sedikit lebih rumit karena yang dicatat adalah dinamika perubahan siswa dalam tiga ranah sekaligus : kognitif, afektif, dan psikomotorik. Catatan itulah yang harus terus dievaluasi dan dihimpun dalam sebuah buku laporan kelas.

Sebuah buku laporan kelas harus bisa menunjukkan hasil dan kemajuan setiap siswa di setiap waktu selama satu tahun ajaran. Di dalam buku laporan kelas perlu mencatat semua aktivitas belajar mengajar siswa dan pencapaian belajar siswa dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, sebuah buku laporan kelas lebih tepatnya disebut buku laporan tentang kegiatan dan prestasi belajar siswa.

Guru yang efektif harus bisa membuat buku laporan yang mencakup semua hal yang ingin dinilai dan direkam agar tidak terpenjara dengan format laporan yang hanya memiliki satu dua baris saja untuk merekam kegiatan dan prestasi belajar seorang siswa. Jadi, sangat penting sebagai seorang guru efektif sebelum tahun ajaran baru mencatat hal-hal yang akan dicatat dan direkam misalnya, proporsi kehadiran, nilai PR, nilai tugas di kelas, nilai ulangan atau nilai ujian, penugasan kemampuan di setiap pelajaran, tugas belajar tambahan, partisipasi di kelas, perilaku di kelas dan kemajuan kumulatif. Jika dirancang dengan tepat, sebuah buku laporan akan menjadikan guru mampu melihat secara langsung dan cepat hasil belajar dan kemajuan belajar setiap siswa.

Buku laporan yang baik perlu mencakup tiga hal yaitu; 1) proporsi kehadiran, 2) nilai-nilai, 3) total nilai.

  • Proporsi kehadiran. Rekaman kehadiran memang sudah menjadi perintah dari pihak administrasi sekolah. Kehadiran merupakan fakta hidup tentang upaya sehari-hari. Sebagai guru efektif harus bisa membuat proses mengabsen siswa seefisien mungkin dan tidak mengganggu konsentrasi siswa dan ketenangan kelas. Ada empat rekaman kehadiran yang perlu ada di dalam sebuah laporan buku guru efektif yaitu, (1) hadir, dikosongkan atau tidak ada yang ditulis. (2) tidak hadir, biasanya ditulis dengan huruf A. (3) tidak ada alasan, ditandai dengan tanda centang (√) atau tanda gelombang (~) di atas huruf A sehingga menjadi Ã. (4) terlambat, ditulis dengan huruf T.

Guru yang efektif tidak akan lepas tangan dan membiarkan siswa yang tidak hadir tanpa alasan untuk ketinggalan pelajaran. Namun, tidak membantu terlalu jauh agar siswa belajar bertanggung jawab. Siswa dianjurkan bertanya kepada temannya terlebih dahulu, ketika penjelasan teman sekelasnya tidak bisa dipahami, barulah siswa tersebut bertanya kepada guru.

  • Nilai-nilai. Berkaitan dengan nilai, buku laporan guru efektif memiliki kolom nilai individual siswa seperti nilai tugas, nilai PR, nilai ulangan dan nilai sikap. Nilai siswa diberi dalam sistem angka karena lebih efektif jika guru ingin menjumlahkan total nilai siswa atau melihat perkembangan kemajuan belajarnya.
  • Total nilai. Guru harus selalu siap memberikan hasil perkembangan terbaru siswa-siswanya baik itu karena diminta oleh divisi konseling siswa atau orang tua siswa. Laporan kemajuan terbaru semua kegiatan dan prestasi belajar siswa harus bisa disediakan setiap waktu. Oleh karena itu, kolom total nilai sangat diperlukan.

Guru yang efektif, mengetahui hasil belajar apa yang harus dicatat dan direkam. Merancang atau memodifikasi buku laporan untuk mencatat dan merekam kegiatan dan hasil belajar siswa-siswa. Guru efektif harus mampu menjaga kemajuan belajar siswa.

Buku Kelas dan Aturan

Buku laporan kelas sejatinya adalah himpunan catatan tentang progress siswa dalam menjalankan sebuah rencana pembelajaran dan aturan kelas. Guru yang efektif menyajikan aturan-aturan dengan jelas, dan menyediakan penjelasan yang masuk akal tentang kebutuhan akan aturan tersebut. Guru efektif memperkenalkan aturan-aturan, posedur-prosedur dan kebiasaan rutin di dalam kelas dan terus mengajarkannya kepada siswa. Sebuah kelas yang terorganisir dengan baik dapat membuat perbedaan yang signifikasn bagi siswa-siswa, tak peduli kemampuan dan latar belakang mereka. Jika guru tidak memiliki satu rencana pun, maka guru tersebut berencana untuk gagal.

Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan efektif, guru harus menetapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh siswa. Aturan-aturan yang jelas menyediakan sebuah konsistensi dalam kelas. Menetapkan aturan sebelum masalah muncul akan memungkinkan kelas memiliki sebuah pengertian tentang prilaku yang diharapkan di kelas.

Fungsi dari sebuah aturan adalah mencegah atau menguatkan perilaku dengan menyatakan sejelas mungkin ekpektasi guru terhadap siswa. Aturan ada dua yaitu aturan umum dan aturan spesifik. Aturan umum bersifat memandu dan mencakup semua pola perilaku sedangkan aturan spesifik menyatakan secara langsung dan jelas sebuah perilaku. Keuntungan aturan umum adalah menawarkan fleksibilitas sedangkan keuntungan aturan spesifik adalah menyatakan dengan jelas, gamblang dan terfokus pada prilaku yang diharapkan dari siswa. Kelemahan aturan umum adalah siswa tidak tahu persis perilaku mana yang diperbolehkan atau tidak di dalam kelas. Sedangkan kelemahan aturan spesifik adalah terbatas, aturan yang baik tidak boleh lebih dari lima.

Cara membuat aturan dikelas adalah sebagai berikut:

  1. Nyatakanlah positif
  2. Tuliskan dengan ringkas
  3. Bisa dilaksanakan
  4. Cukup sedikit saja
  5. Mudah tuk dipahami
  6. Libatkan anak-anak
  7. Jika sampai dilanggar, ada konsekuensinya.

 

Kunci utama rencana disiplin adalah konsistensi sekolah. Rencana disiplin sekolah mirip aturan lalu lintas mengenai kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi, namun batas kecepatannya berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Kecepatan yang disetujui akan ditempelkan di semua jalan di wilayah tersebut agar pengendara bisa melihat dan mematuhinya. Begitu pula dengan rencana disiplin sekolah, aturan–aturan seharusnya ditulis dan ditempelkan secara permanen di kelas dan diberikan kepada siswa-siswa dalam bentuk salinan yang harus diselipkan dibuku catatan mereka.

Jadi, guru yang efektif sudah menuliskan atau menempelkan rencana disiplin ketika siswa datang ke sekolah. Mencantumkan tiga sampai lima aturan mengenai tanggung jawab. Menjelaskan aturan-aturan yang sudah ditempelkan itu dan bersedia membuat perubahan ketika situasi kelas membutuhkannya.

*Penulis adalah guru/wali kelas 1 Imam Muslim SDIT Samawa Cendekia

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter