Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player

SARI BUKU

maysarah

AWALILAH PEMBELAJARAN DENGAN REPUTASI

Oleh : Maysarah, S.Pd*

            Hari pertama sekolah merupakan hari yang berkesan bagi siswa. Sebagai guru yang efektif, guru harus mempersiapkan konsep penerimaan dan penyambutan di hari pertama sekolah yang akan membuat siswa merasa nyaman, karena cara memperkenalkan diri di hari pertama sekolah akan menentukan seberapa banyak penghargaan dan kesuksesan yang akan didapatkan seorang guru sampai akhir tahun ajaran.

Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan suasana menyenangkan bagi siswa di hari pertama sekolah.

Bangunlah Reputasi

Bagi seorang guru, reputasi merupakan gambaran awal tentang sosok seorang guru di benak siswa maupun orang tua siswa. Reputasi dapat diperoleh guru bahkan sebelum guru bertemu pertama kali dengan siswa-siswanya. Baik buruknya reputasi seorang guru akan menentukan ekspektasi siswa terhadap seorang guru. Orang tua ingin anak-anak mereka di kelas yang dipimpin oleh guru yang mempunyai reputasi yang baik. Selanjutnya reputasi yang baik dapat berubah menjadi buruk apabila tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, mempertahankan reputasi positif akan menjadi keberhasilan bagi guru dalam memenangkan rasa hormat dan perhatian siswa terhadap guru.

Komunikasilah Dengan Orang Tua

Sebelum siswa memasuki hari pertama sekolah, guru sebaiknya melakukan pendekatan awal secara personal dengan calon siswa dan orang tua siswa. Beberapa teknik penyambutan yang dapat diterapkan antara lain berkirim surat kepada calon siswa dan orang tua calon siswa sebelum sekolah dimulai, dan mengundang ke rumah setiap calon siswa bersama orang tuanya. Berkomunikasi sejak awal dengan orang tua siswa sangatlah penting untuk dilakukan karena orang tua adalah guru pertama dan paling berpengaruh bagi kesuksesan akademis siswa.

Bersikaplah Positif

Douglas Brook menemukan bahwa hal pertama yang siswa ingin tahu di hari pertama sekolah adalah “apakah saya berada di kelas yang benar?”. Menemukan kelas yang salah di hari pertama sekolah dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi siswa. Oleh karena itu, guru berperan penting dalam mengarahkan siswa agar dapat memasuki kelas yang benar dan membuat siswa merasa telah berada di tempat yang benar. Berdiri di pintu kelas dengan senyuman yang lebar kemudian menjabat tangan siswa dengan hangat adalah cara efektif dalam menyambut siswa. Selain itu ada beberapa teknik lain seperti menempelkan informasi identitas kelas di depan pintu kelas, menyampaikan identitas diri saat menyambut siswa di depan kelas, memberi pengarahan awal mengenai hal yang berkaitan dengan sekolah seperti periode tahun ajaran, dan lain sebagainya. Setelah siswa memasuki kelas yang benar, guru menyampaikan kembali informasi yang sudah ditempelkan di depan pintu agar untuk keesokan harinya siswa dapat mengingat letak kelasnya dan tidak memasuki kelas yang salah.

Perhatikanlah Tempat dan Posisi Duduk Siswa

Guru sebagai manajer kelas juga berperan mengatur pola duduk siswa. Saat mengatur posisi duduk siswa, hindari menyusun berulang-ulang posisi duduk saat siswa sudah duduk. Untuk membantu siswa menemukan posisi duduknya, guru dapat menempel nama siswa pada setiap bangku. Selanjutnya setelah siswa sudah duduk di tempat yang telah disusun, guru memberikan tugas pertama yang tidak untuk dinilai untuk memperkenalkan siswa dengan pembelajaran di sekolah.

Ada dua istilah yang perlu dipelajari yaitu penyusunan duduk dan penugasan duduk. Penugasan duduk muncul setelah penyusunan duduk ditentukan. Penyusunan tempat duduk adalah prioritas utamanya. Penyusunan tempat duduk yaitu proses mengatur tempat duduk yang disusun untuk memenuhi tugas belajar yang sudah anda rancang untuk siswa. Sedangkan penugasan duduk yaitu proses mengarahkan siswa untuk duduk yang bertujuan untuk memaksimalkan pembelajaran dan menajemen kelas, dan meminimalkan masalah perilaku.

Untuk menentukan susunan tempat duduk siswa agar bisa memenuhi semua tugas belajar di kelas, anda perlu menanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan berikut.

  1. Apa yang ingin saya lakukan?

Anda ingin membacakan sebuah cerita; ataukah melakukan aktivitas dalam kelompok-kelompok kecil ataukah mengajarkan disiplin, prosedur dan kegiatan rutin.

  1. Jenis susunan tempat duduk apa yang bisa dibentuk?

Susunan tempat duduk disesuaikan dengan metode yang digunakan guru saat mengajar. Apakah siswa belajar dengan aktivitas kelompok, bercerita atau menonton film atau video.

  1. Susunan tempat duduk mana yang akan saya gunakan?

Susunan duduk yang berbeda perlu digunakan untuk mencapai tugas belajar yang berbeda-beda secara efisien.

Tidak ada satu bentuk duduk yang harus digunakan terus secara permanen selama satu tahun ajaran. Ubahlah posisi duduk di kelas anda sesering mungkin sesuai kebutuhan anda. Setelah menyusun tempat duduk, guru dapat memberi penugasan duduk kepada siswa dengan memberi arahan siswa untuk duduk di posisi yang telah anda susun.**

*Penulis adalah wali kelas 4 Imam Ibnu Katsir SDIT Samawa Cendekia

** Referensi : Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong, 2009, Menjadi Guru Efektif-The First Day of School, Penerbit: Pustaka Pelajar, Edisi 1.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter