Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player
Arsip

SARI BUKU

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

 

suherman

Oleh   : Suherman S. Pd*

Apakah pembelajaran kooperatif itu?

Pembelajaran kooperatif adalah mengacu kepada seperangkat teknik instruksional yang siswanya bekerja dalam kelompok kecil-kecil yang memiliki komposisi kemampuan seimbang. Siswa-siswa di setiap kelompok bertanggung jawab bukan hanya terhadap materi pelajaran yang di ajarkan di kelas, tetapi juga untuk membantu teman kelompoknya. Pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk sebagai berikut.

  1. Guru mempresentasikan pelajaran kepada siswa.
  2. Kelompok-kelompok siswa ditugasi aktivitas-aktivitas tertentu untuk menguasai            tujuan/sasaran belajar.
  3. Guru mengajar kelompok dan strategi belajar.
  4. Siswa bekerja sama untuk saling membantu satu sama lain menguasai tujuan/sasaran belajar.

Dalam kelompok-kelompok kooperatif ini, siswa membantu satu sama lain untuk menyelesaikan sebuah aktivitas yang sudah ditugaskan oleh guru. Hal ini merupakan sebuah situasi yang terstruktur. Selama mengerjakan aktivitas tersebut, siswa mengklarifikasi opini, membandingkan kesan-kesan, berbagai solusi, dan mengembangkan kemampuan di bidang kepemimpinan dan kerja sama.

Alasan pembelajaran kooperatif begitu sukses adalah konteks kelompok kerja lebih penting ketimbang isi kelompok. Jika anda memiliki sekelompok orang yang peduli dan saling komitmen satu sama lain, maka mereka bisa mencapai tujuan dari aktivitas jauh lebih cepat ketimbang jika mereka berusaha mengerjakan tugas itu dengan sendiri.

Dampak Pembelajaran Kooperatif

Penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa bersikap lebih positif satu sama lain ketika mereka bekerja sama secara kooperatif, tak peduli kemampuan, cacat tubuh, atau latar belakang etnisnya. Dengan model pembelajaran kooperatif, siswa-siswa akan lebih sanggup menggapresiasi sudut pandang orang lain, mampu bersikap lebih positif saat menghadapi kontroversi, memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih baik, dan memiliki ekpektasi yang lebih positif terhadap orang lain ketimbang siswa-siswa yang diberikan suasana pembelajaran kompetitif. Singkatnya, sistem kooperatif mendukung setiap orang, tak peduli kemampuan, latar belakang atau cacat tubuh, untuk bekerja dan berkontribusi dalam pembelajaran dengan kapasitas tertinggi.

LATIAN PIANIKA

Keuntungan Pembelajaran Kooperatif

Dengan demikian, ada empat unsur dasar yang dibutuhkan untuk membuat pembelajaran kooperatif, yaitu : saling ketergantungan yang positif, keahlian-keahlian bersosialisasi, akuntabilitas individu, dan evaluasi kelompok.

  1. Saling ketergantunggan yang positif, mengacu kepada hubungan bahwa individu harus bertanggung jawab terhadap kesuksesan orang lain di kelompok.
  2. Keahlian-keahlian dalam bersosialisasi. Dasar bagi pembelajaran kooperatif adalah keahlian sosial yang membantu siswa belajar tentang kepemimpinan, berkomunikasi secara efektif, membangun rasa percaya satu sama lain, dan menejemen konflik.
  3. Akuntabilitas individu. Setiap anggota kelompok kooperatif bertanggung jawab bagi performa seluruh kelompok.
  4. Evaluasi kelompok. Secara periodis, kelompok harus menilai seberapa baik mereka bekerja sama dan bagaimana mereka bisa meningkatkan performanya dengan lebih baik.

Tindakan Guru Efektif

Guru efektif tidak henti-hentinya untuk mengajarkan dan melatih siswa untuk bekerja secara kooperatif sampai akhirnya mereka bisa melakukannya dengan baik. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sbb:

  1. Tentukan NAMA kelompok.

Panggillah kelompok-kelompok siswa sebagai kelompok pendukung dan setiap anggota kelompok pendukung sebagai rekanan pendukung. Kelompok pendukung dibentuk oleh orang yang mempunyai kebutuhan dan tujuan yang sama, bergabung bersama-sama untuk membantu satu sama lain menyelesaikan masalah dan memcapai kesuksesan. Kelompok-kelompok pendukung di kelas dibentuk dengan alasan yang sama.

  1. Tentukan UKURAN kelompok.

Ukuran kelompok adalah faktor yang menunjukkan berapa banyak tugas yang perlu dikerjakan untuk menyelesaikan sebuah aktivitas.

  1. Nyatakan TUJUAN, MATERI, dan LANGKAH AKTIVITAS.

Siswa harus ditugasi oleh sebuah aktivitas yang cukup terstruktur sehingga mereka tahu apa yang harus dikerjakan dan cara melakukannya.

  1. Ajarkan PROSEDUR-PROSEDUR. Dengan prosedur yang baik dan konsisten dilaksanakan dapat melahirkan kedisiplinan siswa.
  2. Tentukan dan ajarkan KAMAMPUAN BEKERJA SAMA mana yang dibutuhkan.
  3. Tekankan TANGGUNG JAWAB PRIBADI dalam kerja seluruh kelompok. Guru bertindak sebagai konsultan bagi kelompok setelah menetapkan tujuan/sasaran belajar, tugas, dan prosedur pelaksanaan.
  4. Ajarkan METODE EVALUASI yang bisa digunakan siswa untuk menentukan seberapa sukses mereka sudah bekerja sama.**

*Penulis adalah guru kelas 2 Imam Nawawi SDIT Samawa Cendekia

**Tulisan disarikan dari Buku Menjadi Guru Efektif-The First Day of School, Pengarang: Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong, Penerbit: Pustaka Pelajar, Edisi: 1, 2009

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter