Telp. (0371) 24333
The Second Home For Our Children
Get Adobe Flash player

SARI BUKU

taufik

UEGENSI MERENCANAKAN KEDISIPLINAN SISWA

Oleh : A. Rafiq, S.PdI*

Pembelajaran bukan hanya menyangkut apa yang kita ajarkan, tapi bagaimana kita mengajarkannya. Suatu pembelajaran yang berlangsung tertib biasanya terjadi karena cara belajar yang terstruktur, terpola, dan dilaksanakan setiap hari secara spontan sebagai suatu kebiasaan. Itulah yang disebut dengan prosedur belajar. Prosedur belajar yang baik tidak hanya menghasilkan kelas yang tertib, tapi juga disiplin. Menciptakan prosedur belajar yang baik menjadi tanggung jawab guru di kelas. Setiap guru dituntut untuk bisa mendesain prosedur kelas yang memungkinkan siswa bisa tertib belajar tanpa didesak, dipaksa, atau bahkan tanpa diawasi sekalipun.

Perbedaan Prosedur dan Disiplin

  • DISIPLIN berkaitan dan cara siswa BERSIKAP.
  • PROSEDUR berkaitan dengan bagaimana hal-hal tertentu DIKERJAKAN
  • DISIPLIN MEMILIKI penalti dan penghargaan
  • PROSEDUR TIDAK MEMILIKI pinalti ataupun penghargaan

Urgensi Prosedur Kelas

Prosedur kelas harus dinyatakan dengan gamblang di awal/hari pertama pembelajaran. Prosedur dibutuhkan oleh sebuah kelas efektif karena beberapa alasan berikut:

  • Prosedur kelas adalah pernyataan tentang ekspektasi siswa yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dengan sukses dalam aktivitas kelas, serta untuk belajar dan berfungsi efektif di lingkungan sekolah.
  • Prosedur kelas mememungkinkan aktivitas yang sama atau berbeda-beda untuk berjalan efisien selama setahun ajaran, dengan sedikit waktu yang terbuang dan sedikit kekacauan.
  • Prosedur kelas meningkatkan kualitas waktu belajar dan mereduksi gangguan di kelas.
  • Prosedur kelas memberitahu siswa bagaimana seharusnya belajar di kelas.

Prosedur kelas menjawab pertanyaan-pertanyaan misalnya, seperti :

  • Apa yang harus dilakukan ketika bel berbunyi?
  • Apa yang harus dilakukan ketika pensil patah di tengah pelajaran?
  • Apa yang harus dilakukan ketika memiliki sejumlah pertanyaan di benak?
  • Apa yang harus dilakukan ketika siswa perlu pergi ke kamar kecil?
  • Apa yang harus dilakukan ketika suasana kelas ribut?
  • Apa yang harus dilakukan ketika ada siswa meminta bantuan?
  • Apa yang dilakukan untuk mengawali kelas setiap hari?

Siswa harus diberitahu bahwa prosedur kelas diterapkan untuk keuntungan mereka sendiri, membantu mereka mengerjakan tugas belajar tanpa kebingungan dan membantu mereka berhasil di dalam pembelajaran. Prosedur dapat ditegakkan dengan pendekatan Tiga M, yaitu :

  • Menjelaskan : ungkapkan,jelaskan,modelkan dan demonstrasikan cara prosedur berjalan.
  • Mengulangi: ulangi dan praktekkan prosedur di bawah pengawasan ketat.
  • Menguatkan : ajarkan lagi,ulangi lagi,praktikkan,dan kuatkan prosedur kelas sampai menjadi kebiasaan siswa dan kelas.

Jangan salahkan siswa jika kelas menjadi kacau ketika tidak ada prosedur yang beroperasi untuk mengatur jalannya pembelajaran di kelas. Ketika prosedur sudah dibuat dan disepakati bersama, maka harus ditegakkan secara konsisten. Berdasarkan pengamatan kami, masalah nomor satu di sekolah adalah kekurangjelasan dan ketidakkonsistenan menegakkan prosedur-prosedur dan kebiasaan rutin. Sebuah sekolah atau kelas akan berjalan dengan baik jika didasarkan pada kemampuan guru mengajarkan atau menerapkan prosedur-prosedur kelas.

Merencanakan Kedisiplinan

Mematuhi semua peraturan yang berlaku di sekolah merupakan suatu kewajiban agar siswa selalu berada dalam koridor disiplin dan tata tertib sekolah. Kedisiplinan siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah. Di sekolah yang tertib, proses pembelajaran selalu berlangsung dengan baik. Sebaliknya, di sekolah yang tidak tertib kondisinya akan jauh berbeda. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sudah dianggap barang biasa, padahal memperbaiki keadaan yang demikian tidaklah mudah.

Menciptakan kedisiplinan siswa bertujuan untuk mendidik siswa agar sanggup memerintahkan diri sendiri. Mereka dilatih untuk dapat menguasai suatu kemampuan, juga melatih siswa agar ia dapat mengatur dirinya sendiri, sehingga para siswa dapat mengerti kelemahan atau kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Sikap Guru Efektif

  1. Memikirkan dalam-dalam rencana disiplin sebelum hari pertama sekolah dimulai, lalu memberi tahu siswa rencana itu di hari pertama sekolah
  2. Membahas rencana disiplin agar siswa mengerti logika aturannya dan bisa memahaminya secara rasional
  3. Melibatkan pihak administrasi sekolah untuk membantu menjamin dan memperkuat rencana disiplin.
  4. Memiliki ekspektasi yang tinggi dan penuh keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengajarkan anak-anak muda sebuah disiplin diri.
  5. Memiliki prosedur yang sudah dipertimbangkan dan distrukturkan dengan baik untuk setiap aktivitas
  6. Mengajarkan prosedur-prosedur untuk setiap aktivitas sejak hari pertama sekolah
  7. Mengulangi terus prosedur sampai menjadi kebiasaan-rutin kelas.
  8. Mengajarkan kembali prosedur jika dibutuhkan dan memberi pujian untuk menguatkan siswa saat sudah bertindak benar**

*Penulis adalah guru kelas 3 Imam Nasa’I SDIT Samawa Cendekia

**Tulisan disarikan dari Buku Menjadi Guru Efektif-The First Day of School, Pengarang: Harry K. Wong dan Rosemary T. Wong, Penerbit: Pustaka Pelajar, Edisi: 1, 2009

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ANDA PENGUNJUNG KE
Flag Counter